Dalam beberapa tahun terakhir, mobil listrik telah menjadi perbincangan hangat di Indonesia. Kendaraan ramah lingkungan ini tidak hanya menawarkan efisiensi energi yang lebih tinggi dibandingkan mobil berbahan bakar bensin, tetapi juga memberikan pengalaman berkendara yang lebih tenang dan bebas emisi. Dengan semakin meningkatnya kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan dan pengehematan biaya bahan bakar, masyarakat mulai melirik mobil listrik sebagai alternatif yang lebih baik.

Daya tarik mobil listrik tidak hanya terletak pada aspek ramah lingkungan, tetapi juga performa yang tidak kalah dengan kendaraan konvensional. Mobil listrik memiliki torsi instan yang membuat akselerasinya menjadi lebih responsif. Selain itu, biaya perawatan mobil listrik relatif lebih rendah karena tidak memiliki banyak komponen bergerak seperti mesin pembakaran dalam pada mobil berbahan bakar bensin.

Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Rachmat Kaimuddin, menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat produksi kendaraan listrik global, didukung oleh rantai pasokan yang kuat dan kapasitas nasional yang memadai. Peralihan ke kendaraan listrik dianggap krusial untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan ketahanan energi, serta memperbaiki kualitas udara di Indonesia. Upaya pengembangan ekosistem kendaraan listrik terus didorong agar potensi besar ini dapat terwujud dalam waktu dekat.

Peningkatan Penjualan Mobil Listrik di Indonesia Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), penjualan mobil listrik berbasis baterai (Battery Electric Vehicle/BEV) di Indonesia mencapai 16.535 unit pada kuartal pertama 2025, meningkat signifikan dari 43.188 unit sepanjang tahun 2024. Pangsa pasar BEV pun naik menjadi 8,1% dari total penjualan mobil nasional, melampaui mobil hybrid yang berada di angka 6,8%. (Sumber: otomotif.bisnis.com)

Tidak hanya merek China yang mendominasi, merek Jepang seperti Toyota dan Nissan juga berhasil meningkatkan pangsa pasarnya. Toyota bZ4X dan Nissan Leaf menjadi model yang paling populer dari pabrikan Jepang. Bahkan, Hyundai dari Korea Selatan juga mencatatkan pertumbuhan dengan model Ioniq 5 dan Kona Electric yang terus diminati masyarakat. 

Merek-merek Eropa seperti Mercedes-Benz dan BMW juga turut meramaikan pasar dengan produk-produk premium seperti EQS dan iX. Meski pangsa pasar mereka lebih kecil, kendaraan ini menarik minat konsumen kelas atas yang menginginkan teknologi canggih dan kenyamanan maksimal. Dukungan Pemerintah dan Insentif Pertumbuhan penjualan mobil listrik di Indonesia tidak lepas dari dukungan pemerintah melalui berbagai kebijakan. Salah satunya adalah pengurangan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 1% untuk kendaraan dengan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) minimal 40%. Hal ini mendorong produsen untuk meningkatkan kandungan lokal dan menawarkan harga yang lebih kompetitif.

Selain itu, pemerintah juga mempercepat pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di berbagai wilayah, memastikan para pengguna mobil listrik tidak mengalami kesulitan dalam melakukan pengisian daya. Infrastruktur ini menjadi kunci penting dalam meningkatkan minat masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik. Prospek Mobil Listrik di Indonesia Melihat tren pertumbuhan yang positif ini, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pasar utama kendaraan listrik di Asia Tenggara. Dukungan pemerintah, hadirnya berbagai merek dari berbagai negara, serta peningkatan infrastruktur menjadi pilar penting dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air.

Namun, tantangan tetap ada. Infrastruktur pengisian daya yang belum merata dan kesadaran masyarakat yang masih perlu ditingkatkan menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah dan pelaku industri. Meski demikian, optimisme tetap tinggi, dan tren penjualan mobil listrik diprediksi akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.

0