Hadirkan Duta Besar Iran, ITL Trisakti Kupas Tuntas Strategi Konektivitas Logistik Global dan Koridor Perdagangan Internasional - ITL Trisakti

Jakarta, 14 Juli 2026 – Institut Transportasi dan Logistik (ITL) Trisakti sukses menggelar Kuliah Umum Internasional bertajuk “Strategic Connectivity and International Trade Corridors”. Acara berskala internasional ini diselenggarakan secara langsung di auditorium lantai 7 Kampus ITL Trisakti, dengan fokus membedah konektivitas logistik regional di kawasan Asia, Timur Tengah, dan Eropa, termasuk jaringan transportasi antarmoda (multimodal transportation networks).

Kuliah umum ini menghadirkan narasumber utama Duta Besar Republik Islam Iran untuk Republik Indonesia, Y.M. Mohammad Boroujerdi, serta dihadiri oleh Prof. Dr. Ir. Firdaus Ali, M.Sc. selaku Koordinator Staf Khusus Gubernur Jakarta yang membacakan keynote address perwakilan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Rektor ITL Trisakti, Dr. Yuliantini, AMTrU, MM, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kuliah umum ini memberikan kesempatan yang sangat langka dan berharga bagi civitas akademika.

“Melalui forum ini, para mahasiswa dapat mempelajari konektivitas perdagangan internasional bukan sekadar dari buku teks standar, melainkan langsung dari sudut pandang praktis diplomasi dunia nyata. Kami berharap forum ini menjadi awal dari hubungan yang erat dan berkelanjutan antara ITL Trisakti dengan Kedutaan Besar Iran,” ujar Dr. Yuliantini.

Sejalan dengan hal tersebut, Pemprov DKI Jakarta melalui Prof. Firdaus Ali menggarisbawahi pentingnya pembangunan infrastruktur yang adaptif di tengah ketidakpastian global dan perubahan iklim. Menurutnya, konektivitas yang terintegrasi secara fisik dan digital merupakan aset strategis yang mendongkrak ketahanan rantai pasok dan daya saing ekonomi nasional.

Pada sesi inti, Duta Besar Iran Y.M. Mohammad Boroujerdi memaparkan potensi besar jaringan logistik regional. Mengingat fakta bahwa lebih dari 80% perdagangan barang global bersandar pada jalur transportasi laut, beliau menyoroti peran sentral Koridor Utara-Selatan (International North-South Transport Corridor) dan Pelabuhan Chabahar di selatan Iran yang menawarkan efisiensi tinggi bagi pasar internasional, termasuk Asia Tenggara.

“Chabahar port in the south of Iran, based on direct control to Oman sea and Indian ocean, can make Chabahar port an original, safe, and economic base for South East Asia, Afghanistan, and even Europe. Iran is the shortest, safest, and most varied land bridge between free waters with landlocked markets in Central Asia and Caucasus, and Iran can cut trade costs through the integration of ports, railways, highways, free trade zones, as well as digital customs.”

Selain itu, Y.M. Mohammad Boroujerdi turut menyoroti akar hubungan historis antara Iran dan Indonesia yang telah terjalin kuat sejak era perdagangan komoditas ratusan tahun silam. Beliau menegaskan bahwa refleksi sejarah ini menjadi modal penting dalam mempererat kerja sama strategis demi menjaga stabilitas kawasan dan mendorong pertumbuhan ekonomi bersama di masa depan.

Acara yang berlangsung interaktif ini turut dihadiri oleh jajaran petinggi industri transportasi dan pertahanan nasional, di antaranya Presiden Direktur Lion Air Group Kapten Daniel Putut Kuncoro, serta jajaran direksi dari PT BDL, PT Pelabuhan Tegar Indonesia, PT IAS, dan PUSTERAL. Kuliah umum ditutup dengan sesi diskusi interaktif dan tanya jawab bersama para mahasiswa serta praktisi logistik yang hadir.

Writer: Ismi Rahmawati

1