Railway Future Talks 2026: Mengupas Prospek dan Tantangan Teknologi Perkeretaapian Masa Depan di ITL Trisakti - ITL Trisakti

Jakarta, 20 Juni 2026 – Program Studi Rekayasa Infrastruktur dan Lingkungan (RIL) Institut Transportasi dan Logistik (ITL) Trisakti sukses menyelenggarakan Railway Future Talks 2026 bertajuk “Exploring the Future of Indonesian Railway” di Auditorium ITL Trisakti. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa, pelajar, akademisi, praktisi, serta masyarakat untuk memperluas wawasan mengenai perkembangan industri perkeretaapian nasional sekaligus peluang karier di sektor transportasi masa depan. Acara dibuka dengan sambutan jajaran pimpinan ITL Trisakti yang menegaskan komitmen institusi dalam mencetak SDM unggul di bidang perkeretaapian. Disampaikan pula bahwa Prodi Rekayasa Infrastruktur dan Lingkungan telah meluluskan empat angkatan yang kini berkiprah di berbagai perusahaan perkeretaapian nasional, seperti PT Kereta Api Indonesia (Persero), MRT Jakarta, LRT, dan KCIC.

Forum ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Ir. Muhammad Fahmi Arsad, S.T., M.M.S.I., perwakilan Forum Perkeretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), dan Dr. Ir. Prayudi, S.T., M.T., IPM., APEC Eng., ASEAN Eng., Kepala Balai Perawatan Sarana Perkeretaapian Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) sekaligus dosen ITL Trisakti. Keduanya membahas masa depan perkeretaapian Indonesia dari dua perspektif, yakni perkembangan teknologi serta kesiapan sumber daya manusia. Dalam pemaparannya, Dr. Prayudi menjelaskan bahwa teknologi perkeretaapian Indonesia terus berkembang menuju sistem transportasi yang lebih modern, aman, efisien, dan berkelanjutan. Transformasi tersebut ditandai dengan penerapan berbagai inovasi pada pembangunan prasarana, sistem operasi, serta teknologi keselamatan yang mendukung peningkatan kualitas layanan transportasi kereta api. Ia menambahkan bahwa transformasi tersebut akan terus berkembang melalui pemanfaatan digitalisasi, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), sistem transportasi cerdas untuk meningkatkan keselamatan, efisiensi operasional, dan kualitas layanan kepada masyarakat.

“Perkeretaapian Indonesia saat ini sudah bergerak melampaui masa depan (beyond future),” ujar Dr. Prayudi.

Sejalan dengan hal tersebut, Ir. Muhammad Fahmi Arsad menekankan bahwa pesatnya perkembangan industri perkeretaapian harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia yang kompeten. Menurutnya, meningkatnya investasi dan pembangunan proyek strategis nasional di sektor transportasi membuka kebutuhan yang semakin besar terhadap tenaga profesional di bidang teknik perkeretaapian. Ia juga menyoroti masih adanya kesenjangan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia industri. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan pelaku industri menjadi kunci dalam mencetak lulusan yang adaptif, kompeten, dan siap menghadapi perkembangan teknologi perkeretaapian.

“Generasi muda perlu dibekali kompetensi dan sertifikasi yang relevan agar memiliki daya saing tinggi di dunia kerja, baik di tingkat nasional maupun internasional,” tegas Fahmi.

Melalui penyelenggaraan Railway Future Talks 2026, Program Studi Rekayasa Infrastruktur dan Lingkungan ITL Trisakti menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri. Kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi generasi muda agar siap berkontribusi dalam pengembangan sistem transportasi Indonesia yang modern, berkelanjutan, dan berdaya saing global.

Masa depan perkeretaapian Indonesia membutuhkan talenta muda yang inovatif, kompeten, dan siap menghadapi transformasi teknologi. Jika Anda ingin menjadi bagian dari perubahan tersebut, daftarkan diri Anda di ITL Trisakti melalui https://pmb.itltrisakti.ac.id dan mulai perjalanan menuju karier di industri transportasi, logistik, dan perkeretaapian.

0