Jakarta, 23 Juli 2026 – Institut Transportasi dan Logistik (ITL) Trisakti kembali menyelenggarakan Sidang Terbuka Promosi Doktor Manajemen dengan kekhasan Manajemen Transportasi Maritim di Kampus Direktorat Pascasarjana ITL Trisakti, Lantai 3, Rawasari. Dalam sidang tersebut, Dr. Anung Trijoko Wasono, S.H., M.H. berhasil meraih gelar doktor dengan predikat Sangat Memuaskan, memperoleh Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,78, serta menjadi Doktor ke-48 yang diluluskan oleh Program Doktor ITL Trisakti.
Disertasi yang berjudul “Faktor Determinan Kinerja Konsesi pada Konsesi Terminal Khusus Melalui Kegiatan Layanan Kepelabuhanan” mengkaji berbagai faktor yang mempengaruhi kinerja konsesi pada terminal umum hasil transformasi Terminal Khusus (Tersus) dan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kinerja sejumlah terminal hasil transformasi yang belum mampu memenuhi target operasional maupun finansial sebagaimana diamanatkan dalam perjanjian konsesi, sehingga diperlukan model pengelolaan yang mampu menciptakan keseimbangan antara keberlanjutan bisnis dan pelayanan publik.
Sidang promosi dipimpin oleh Prof. Dr. Juliater Simarmata, S.E., M.M. selaku Pimpinan Sidang. Tim promotor terdiri atas Prof. Dr. Lim Sanny, S.T., M.M. sebagai Promotor, serta Dr. Olfebri, M.M. dan Dr. Ir. Jhony Malisan, DESS. sebagai Ko-Promotor. Dewan penguji terdiri dari Prof. Dr. Ir. Prasadja Ricardianto, M.M. dan Dr. Ridho Bramulya Ikhsan, S.E., M.M.
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling terhadap responden dari berbagai Badan Usaha Pelabuhan di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa investasi, tarif, throughput, dan pendapatan konsesi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kegiatan layanan kepelabuhanan maupun kinerja konsesi. Penelitian juga menemukan bahwa layanan kepelabuhanan berperan sebagai variabel mediasi yang memperkuat hubungan antara faktor-faktor tersebut dengan kinerja konsesi. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan investasi, optimalisasi tarif, pertumbuhan throughput, serta pengelolaan pendapatan konsesi akan menghasilkan kinerja konsesi yang lebih baik apabila diwujudkan melalui layanan kepelabuhanan yang efektif, efisien, dan berorientasi pada kepentingan publik.
Dalam sesi diskusi, dewan penguji memberikan perhatian khusus terhadap isu efektivitas kebijakan konsesi pelabuhan, tumpang tindih regulasi transformasi Tersus/TUKS menjadi terminal umum, serta pentingnya penguatan orientasi public value dalam pengelolaan konsesi. Promovendus merekomendasikan penerapan dynamic concession fee, yaitu mekanisme penyesuaian tarif konsesi secara berkala berdasarkan kinerja Badan Usaha Pelabuhan, sehingga dapat menciptakan keseimbangan antara peningkatan penerimaan negara, keberlanjutan usaha, dan kualitas pelayanan publik. Selain itu, penelitian juga merekomendasikan evaluasi kebijakan transformasi terminal, optimalisasi investasi, diversifikasi layanan kepelabuhanan, serta penguatan sistem regulasi agar lebih adaptif terhadap kebutuhan sektor maritim nasional.
Dalam sambutannya, Dr. Anung Trijoko Wasono, S.H., M.H. menyampaikan bahwa. “Penyelesaian studi doktor ini bukanlah akhir dari perjalanan akademik, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan bagi masyarakat, dunia transportasi, dan negara. Saya menyampaikan terima kasih kepada pimpinan Institut Transportasi dan Logistik Trisakti, tim promotor, dewan penguji, seluruh sivitas akademika, rekan kerja, sahabat, dan keluarga atas doa, dukungan, serta bimbingan yang telah diberikan selama proses studi.”
Turut memberikan sambutan, Kepala Seksi Status Hukum dan Sertifikasi Kapal KSOP Kelas III Satui, Dr. Capt. Didik Yulianto, S.H., M.Mar., M.M., menyampaikan apresiasinya atas kontribusi akademik yang dihasilkan melalui penelitian tersebut. “Riset yang dilakukan Dr. Anung Trijoko Wasono sangat relevan dengan tantangan sektor kepelabuhanan saat ini. Hasil penelitiannya diharapkan menjadi rujukan dalam meningkatkan tata kelola konsesi pelabuhan, memitigasi risiko hukum, serta memperkuat kualitas kebijakan di lingkungan Kementerian Perhubungan. Kehadiran beliau sebagai doktor baru akan semakin memperkaya kapasitas intelektual dan profesional di bidang transportasi laut.”
Melalui sidang promosi doktor ini, ITL Trisakti kembali menegaskan komitmennya dalam menghasilkan lulusan doktor yang mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan penyusunan kebijakan strategis di sektor transportasi dan logistik. Diharapkan, hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi pemerintah, regulator, dan Badan Usaha Pelabuhan dalam memperkuat sistem konsesi pelabuhan yang lebih adaptif, berkeadilan, dan berorientasi pada peningkatan pelayanan publik serta daya saing logistik nasional.
Writer : Zulfikar