Jakarta, 11 Agustus 2026 – Institut Transportasi dan Logistik (ITL) Trisakti menyelenggarakan Sidang Terbuka Promosi Doktor Manajemen dengan kekhasan Manajemen Transportasi Maritim di Kampus Direktorat Pascasarjana ITL Trisakti, Lantai 3, Rawasari, Jakarta Timur. Dalam sidang tersebut, Dr. Mhd. Taris Hasibuan, S.E., M.MTr. berhasil meraih gelar doktor dengan predikat Sangat Memuaskan, memperoleh Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,83, serta menjadi Doktor ke-52 yang diluluskan oleh Program Doktor ITL Trisakti.
Disertasi yang berjudul “Analisis Peran Penilaian Risiko, Kepatuhan Pada ISM Code Dan ISPS Code Terhadap Risiko Dan Keselamatan Pelayaran” mengkaji penguatan keselamatan dan keamanan pelayaran di Indonesia melalui analisis peran risk assessment, kepatuhan ISM Code, dan kepatuhan ISPS Code terhadap risiko serta keselamatan pelayaran. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peran strategis transportasi laut bagi konektivitas nasional, namun masih dihadapkan pada tren peningkatan kecelakaan kapal periode 2022–2024 yang mencapai 128 kejadian pada tahun 2024. Audit keselamatan di lapangan kerap berorientasi pada pemenuhan administrasi ketimbang efektivitas operasional, sehingga diperlukan pergeseran dari pengawasan formalitas menuju pengendalian risiko yang preventif dan berbasis kinerja.
Sidang promosi dipimpin oleh Prof. Dr. Drs. Capt. HM Thamrin, M.M,. Tim promotor terdiri atas Prof. Ir. Edi Abdurachman, MS., M.Sc., Ph.D. sebagai Promotor, serta Dr. Sandriana Marina, AMTrU, M.M. dan Prof. Sudjanadi Tjipto Sudarmo, S.E., M.B.A., APU. sebagai Ko-Promotor. Dewan penguji terdiri dari Dr. Lira Agusinta, S.E., M.M. dan Dr. Capt. Fausta Ari Barata, M.M.
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling (SEM-PLS) melalui perangkat lunak SmartPLS 4 terhadap 150 perwira kapal sebagai responden dari 30 kapal di lima wilayah pelayaran Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan ISM Code berpengaruh langsung dan signifikan terhadap keselamatan pelayaran, sementara risk assessment dan ISPS Code berpengaruh tidak langsung melalui mediasi risiko keselamatan pelayaran (mitigasi risiko). Temuan ini mengonfirmasi bahwa kepatuhan regulasi baru akan memberikan dampak nyata pada keselamatan pelayaran apabila diwadahi oleh sistem pengendalian dan mitigasi risiko operasional yang efektif di lapangan.
Dalam sesi diskusi, dewan penguji memberikan perhatian khusus pada pergeseran pengawasan dari compliance-based menjadi risk-based supervision, pentingnya integrasi teknologi AI dan data pemantauan real-time, serta penanganan implementation gap pada pelaksanaan ISM/ISPS Code. Promovendus merekomendasikan kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan KPLP untuk memprioritaskan inspeksi berbasis kinerja, memperkuat pengawasan simulasi darurat, serta memanfaatkan sistem pengawasan digital terintegrasi demi menekan human error dan mendukung pencapaian visi Zero Accident.
Dalam sambutannya, Dr. Mhd. Taris Hasibuan, S.E., M.MTr. menyampaikan bahwa, “Keselamatan pelayaran tidak cukup hanya dibangun melalui regulasi dan kepatuhan administratif. Keselamatan harus diwujudkan melalui penilaian risiko yang tepat, penerapan manajemen keamanan, kompetensi SDM, serta pengawasan yang konsisten. Regulasi seperti ISM Code dan ISPS Code bukan sekadar dokumen di atas kertas, melainkan instrumen pencegahan dan pengendalian risiko nyata di lapangan.”
Turut memberikan sambutan, Kepala Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Kelas I Tanjung Priok, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan RI, Fourmansyah, SH, MM, MH, menyampaikan apresiasinya atas kontribusi akademik tersebut. “Hasil penelitian ini sangat relevan dengan tugas regulator dan penegak hukum di laut. Kepatuhan terhadap regulasi keselamatan harus menghasilkan pengendalian risiko yang nyata di lapangan. Pengawasan perlu terus diarahkan pada pengawasan berbasis risiko (risk-based supervision), bukan sekadar kelengkapan administrasi.”
Melalui sidang promosi doktor ini, ITL Trisakti kembali menegaskan komitmennya dalam menghasilkan lulusan doktor yang mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan penyusunan kebijakan strategis di sektor transportasi dan logistik. Diharapkan, hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi pemerintah, regulator, dan operator pelayaran dalam memperkuat sistem keselamatan maritim nasional yang adaptif, berbasis teknologi, dan berorientasi pada keselamatan jiwa serta kelancaran logistik nasional.