Dari Latihan Keras hingga Bawa Pulang Medali Emas: Kisah Sukses Paduan Suara GPS ITL Trisakti di Ajang NFF FEB UI - ITL Trisakti

Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh mahasiswa Institut Transportasi dan Logistik (ITL) Trisakti di kancah nasional. Melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) paduan suara Gema Paramita Senada (GPS), tim mahasiswa ITL Trisakti berhasil memboyong Gold Medal pada ajang bergengsi National Folklore Festival (NFF) yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI).

Kisah perjuangan, dedikasi, serta dinamika di balik pencapaian tersebut diungkap oleh Josely Sharon Felicia (mahasiswi program studi Manajemen Logistik angkatan 2023) dalam program bincang-bincang PORTAL EPS.48 yang dipandu oleh Alya Syafira.

Misi Penebusan: Berani Mencoba Kembali demi Hasil Terbaik

Keikutsertaan GPS ITL Trisakti pada gelaran NFF FEB UI tahun ini membawa misi pembuktian. Sharon menceritakan bahwa timnya sempat mengikuti ajang yang sama pada tahun sebelumnya, namun saat itu baru berhasil meraih medali perak (silver medal).

Melihat adanya peluang dan dorongan kuat untuk mencapai hasil yang lebih memuaskan, GPS memutuskan kembali terjun berkompetisi di kategori paduan suara bertema kebudayaan Nusantara. Festival ini menuntut setiap peserta membawakan lagu daerah dengan teknik vokal dan harmonisasi tinggi.

Membedah Dua Lagu Daerah Penuh Tantangan

Dalam kompetisi ini, panitia menetapkan ketentuan pembawaan dua komposisi lagu: satu lagu wajib dan satu lagu pilihan.

  • Lagu Wajib: Ati Raja (berasal dari Sulawesi Selatan).
  • Lagu Pilihan: Paris Barantai (berasal dari Kalimantan Selatan).

Pemilihan lagu Paris Barantai merupakan rekomendasi dari sang pelatih vokal, Bang Manda, yang menginginkan nuansa berbeda dibandingkan repertoar tahun sebelumnya. Kendati lagu ini memiliki aransemen yang sangat rumit dan penuh tantangan (tricky), seluruh anggota tim gigih melatih notasi serta dinamika vokal secara berulang-ulang hingga menguasainya secara matang.

Tiga Bulan Persiapan: Manajemen Waktu dan Penyatuan 35 Kepala

Keberhasilan meraih medali emas ini tidak diraih secara instan. Sharon mengungkapkan bahwa proses persiapan berlangsung intensif selama kurang lebih tiga bulan, terhitung sejak seleksi peserta pada akhir Desember.

Tahap awal dimulai dari pengujian jangkauan vokal (vocal range) setiap anggota menggunakan instrumen kibor guna membagi penempatan suara, mulai dari sopran, mezzo-sopran, tenor, hingga bas.

Selama proses pembinaan, tantangan terbesar terletak pada manajemen sumber daya manusia (SDM) dan manajemen waktu:

  1. Menyatukan Karakter Beragam: Mengelola sekitar 35 anggota dengan rentang angkatan yang berbeda—dari mahasiswa senior hingga mahasiswa baru—membutuhkan pendekatan emosional yang kuat agar kekompakan dan motivasi tetap terjaga di tengah kejenuhan latihan.
  2. Keseimbangan Akademik dan Organisasi: Sebagai mahasiswa, anggota dituntut disiplin membagi waktu antara jadwal kuliah, komitmen latihan yang padat, dan menjaga kondisi kebugaran fisik.
  3. Kontribusi Nyata Mahasiswa Baru: Menariknya, anggota angkatan baru yang berada pada masa transisi dari bangku SMA langsung menunjukkan kedewasaan mental serta komitmen tinggi untuk berlatih ekstra keras.

Keberanian di Panggung hingga Target Menuju Kancah Internasional

Menjelang tampil di atas panggung kompetisi yang bersuhu dingin dan penuh ketegangan, instruksi utama dari pelatih adalah tampil lepas dan menyuguhkan yang terbaik. Usaha maksimal tersebut terbayar lunas saat pengumuman pemenang menyebutkan bahwa GPS ITL Trisakti sukses membawa pulang predikat Gold Medal.

Kemenangan ini tidak lantas membuat GPS berpuas diri. Sharon menuturkan bahwa capaian ini menjadi tolok ukur untuk terus berkembang, dengan target jangka panjang mempersiapkan tim mengikuti kompetisi paduan suara di tingkat internasional. Di akhir perbincangan, ia berpesan kepada seluruh mahasiswa untuk berani menyalurkan bakat seni dan tidak memendam potensi diri.

Kembangkan Potensi Akademik dan Minat Bakatmu di Institut Transportasi dan Logistik (ITL) Trisakti!

Prestasi membanggakan dari tim paduan suara GPS membuktikan bahwa berkuliah di Institut Transportasi dan Logistik (ITL) Trisakti tidak hanya membekali mahasiswa dengan keahlian profesional di sektor transportasi, manajemen material, dan rantai pasok global. ITL Trisakti juga menyediakan ekosistem kampus yang dinamis dan suportif untuk mengasah kreativitas, kepemimpinan, kerja tim, serta prestasi non-akademik di panggung nasional maupun dunia.

Siap meraih masa depan cerah di industri strategis sekaligus mengembangkan bakat terbaikmu?

🎓 Bergabunglah sekarang menjadi bagian dari civitas academica Institut Transportasi dan Logistik (ITL) Trisakti!
Kunjungi situs resmi dan kanal informasi pendaftaran mahasiswa baru ITL Trisakti untuk memulai langkah suksesmu hari ini.

 

0