Dunia transportasi dan logistik menyimpan peluang karier yang sangat dinamis, tidak terkecuali di divisi billing dan finance. Sering kali dipandang rumit karena berhubungan langsung dengan perputaran uang dan dokumen legal, peran ini sesungguhnya menjadi urat nadi operasional di kawasan pelabuhan.
Melalui program podcast PORTAL EPS.50 di kanal Translog Trisakti yang dipandu oleh Regita (mahasiswi Manajemen Logistik angkatan 2025), Nadya Salsabila Setianto—alumni S1 Manajemen Transportasi Udara (MTU) ITL Trisakti yang kini tengah melanjutkan studi S2 di kampus yang sama—membagikan pengalaman nyatanya berkarier sebagai Billing Officer di pelabuhan.
Dari Transportasi Udara Melangkah ke Logistik Pelabuhan
Perjalanan karier Nadya membuktikan bahwa bekal keilmuan transportasi memiliki cakupan aplikasi yang fleksibel. Meskipun menyelesaikan studi S1 di jurusan Manajemen Transportasi Udara (MTU), rezeki dan peluang membawanya bekerja di pelabuhan kawasan Merak di bawah naungan PT Indah Kiat Pulp & Paper (APP Sinarmas Group).
Bagi Nadya, perpindahan moda dari udara ke laut menuntut kemauan belajar secara otodidak dan adaptif di lapangan. Bila semasa kuliah ia mempelajari seluk-beluk pesawat terbang dan regulasi keselamatan aviasi, di pelabuhan ia dituntut mengenal langsung operasional perkapalan, mulai dari kapal tongkang batu bara (barge), kapal tunda (tugboat), hingga kapal induk pengangkut muatan (mother vessel).
Meski moda transportasinya berbeda, bekal dasar dari bangku kuliah—terutama pemahaman alur kerja logistik, pengenalan alat-alat berat, hingga prinsip dasar customer service excellence—menjadi pondasi penting yang langsung dapat ia terapkan saat berhadapan dengan aktivitas nyata di lapangan.
Tanggung Jawab Nyata Billing Officer: Melayani Ratusan Klien dan Dinamika Pajak
Sebagai Billing Officer di pelabuhan, tugas Nadya tidak sebatas menagih pembayaran semata. Ruang lingkup pekerjaannya meliputi:
- Interaksi Langsung dengan Klien: Menangani agen kapal, perusahaan bongkar muat (stevedoring), hingga pemilik barang terkait pernotaan, penerbitan invoice, dan penanganan permintaan khusus konsumen.
- Kecepatan Layanan: Menghadapi ratusan mitra yang menuntut proses cepat pascabongkar muatan agar kapal dapat segera berlayar kembali tanpa tertunda.
- Integrasi Digital: Memanfaatkan sistem operasional modern yang terintegrasi (bekerja sama dengan BUMN Pelindo) sehingga penerbitan nota kini dapat ditarik secara digital, akurat, dan memangkas alur birokrasi manual.
- Kepatuhan Pajak: Menghitung komponen perpajakan perkapalan dan logistik yang kerap mengalami pembaruan aturan dari pemerintah.
Kunci Sukses: Teliti, Jangan Ragu Bertanya, dan Hindari “Asal Ngide”
Bekerja di bagian keuangan dan billing membawa tanggung jawab besar terhadap akurasi nominal angka. Nadya menekankan beberapa prinsip kerja esensial bagi mereka yang ingin terjun di bidang ini:
- Ketelitian dan Kecermatan Mutlak: Selisih satu rupiah pun akan memengaruhi keseluruhan laporan keuangan, sehingga data yang disajikan harus selalu dapat dipertanggungjawabkan.
- Utamakan Bertanya Dibanding Bertindak Tanpa Konfirmasi: Dalam kultur kerja perusahaan, membuat keputusan sendiri (ngide) tanpa konfirmasi bisa berakibat fatal. Jauh lebih bijak berdiskusi dan meminta arahan kepada senior atau atasan jika menemukan kendala.
- Penyelesaian Masalah Bertahap: Ketika terjadi kesalahan data, langkah pertama adalah tetap tenang, tidak panik, mencari akar masalah, dan menyelesaikannya mulai dari hal yang paling mudah terlebih dahulu.
- Keterampilan Komunikasi: Memperlakukan pelanggan dengan standar layanan prima (customer service excellence) demi menjaga citra dan daya saing perusahaan di tengah banyaknya pelabuhan kompetitor.
Mengapa Melanjutkan S2 Sambil Bekerja?
Kini, di samping menjalankan tugas profesionalnya, Nadya memilih menempuh studi Magister Manajemen Transportasi (S2) di ITL Trisakti. Baginya, pendidikan lanjutan bukan sekadar formalitas gelar, melainkan sarana memperluas sudut pandang analitis, mengasah pemikiran kritis, serta membangun jejaring (networking) dengan para praktisi dan senior industri yang menjadi rekan kuliah maupun dosen.
Bagi lulusan baru (fresh graduate), Nadya menyarankan untuk mencari pengalaman kerja nyata terlebih dahulu selama 1–2 tahun sebelum mengambil program magister. Dengan merasakan dinamika lapangan, materi perkuliahan di jenjang S2 dapat dipahami secara mendalam dan diaplikasikan langsung sebagai solusi atas tantangan kerja sehari-hari.
Siap Menjawab Peluang Industri Rantai Pasok Masa Depan? Bergabunglah dengan ITL Trisakti!
Sektor transportasi dan logistik adalah pilar utama perekonomian yang terus bergerak dinamis dan tidak pernah mati. Kebutuhan industri akan tenaga ahli yang menguasai manajemen multimoda, operasional pelabuhan, kebandarudaraan, hingga pengelolaan finansial dan billing logistik terus meningkat setiap tahunnya.
Seperti yang dibuktikan oleh Nadya Salsabila, memiliki fondasi keilmuan transportasi yang tepat membuka pintu karier luas di berbagai grup perusahaan nasional dan multinasional.
Bagi Anda yang ingin mencetak karier impian dan menjadi profesional logistik yang kompeten:
- Dapatkan kurikulum berstandar industri di bidang manajemen transportasi udara, laut, darat, serta logistik rantai pasok.
- Bangun koneksi berharga dengan jaringan alumni dan praktisi terkemuka di berbagai sektor industri strategis.
- Kembangkan hard skill dan soft skill secara seimbang untuk menghadapi tantangan era digitalisasi logistik modern.
🎓 Wujudkan masa depan gemilangmu di industri transportasi dan logistik! Daftarkan dirimu sekarang di Institut Transportasi dan Logistik (ITL) Trisakti, pelopor pendidikan tinggi transportasi dan logistik di Indonesia.