JAKARTA – Profesi masinis dan pengelola operasional kereta api membutuhkan tingkat kedisiplinan, pemahaman regulasi, serta tanggung jawab keselamatan yang tinggi. Gambaran mendalam mengenai rekam jejak karir di dunia perkeretaapian nasional diulas dalam tayangan program PORTAL (Podcast Anak Transportasi dan Logistik) Episode 44 di kanal YouTube Translog Trisakti, yang menghadirkan alumni sukses Institut Transportasi dan Logistik (ITL) Trisakti.
Podcast yang dipandu oleh Alif Nurazen (mahasiswa Program Studi Manajemen Transportasi Udara) ini mengundang Fahroji Siddiq, alumni Prodi Manajemen Transportasi Darat ITL Trisakti angkatan 2011 (lulus tahun 2015). Fahroji yang telah berpengalaman selama 10 tahun di industri perkeretaapian kini menjabat sebagai Penyelia Dinas UPTRA Tanah Abang PT Kereta Api Indonesia (Persero) setelah sebelumnya bertugas sebagai Masinis Kereta Jarak Jauh.
Berikut adalah beberapa poin penting yang disoroti dalam pembahasan ini:
- Perjalanan Karir dan Jenjang Sertifikasi Resmi: Setelah lulus dari ITL Trisakti pada tahun 2015, Fahroji bergabung dengan PT KAI dan menjalani diklat penempatan awal di Palembang, Tanjung Karang, Cirebon, hingga Jakarta. Proses menjadi masinis melibatkan diklat asisten masinis (1,5–2 tahun), masa dinas aktif, hingga sertifikasi kelayakan resmi dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan yang wajib diperbarui setiap 4 tahun sekali.
- Keunggulan dan Efisiensi Angkutan Kereta Api: Kereta api memiliki peran vital sebagai urat nadi perekonomian nasional. Dari segi efisiensi, satu rangkaian kereta mampu mengangkut hingga 30 gerbong barang, jauh lebih efektif dibandingkan truk jalan raya yang hanya membawa satu kontainer, serta lebih ramah lingkungan (go green) dan terjamin ketepatan waktunya.
- Disiplin SOP, Persinyalan, dan Semboyan: Operasional kereta api berpedoman pada sistem persinyalan yang ketat dengan prinsip “satu petak jalan/blok hanya boleh diisi satu kereta”. Selain itu, terdapat sekitar 88 semboyan perkeretaapian yang wajib dikuasai petugas. Masyarakat juga perlu memahami Semboyan 3 (isyarat kondisi darurat) untuk membantu memberhentikan kereta jika melihat potensi bahaya di jalur rel.
- Kesehatan Petugas dan Pembinaan Keluarga: Keselamatan perjalanan kereta api didukung oleh pengujian regulasi rutin per 3 bulan, tes kesehatan sebelum dinas, serta program pembinaan keluarga agar petugas mendapatkan istirahat yang cukup sebelum mengoperasikan kereta.
- Himbauan Perlintasan Sebidang: Diingatkan kepada masyarakat pengguna jalan untuk selalu bersabar dan mengutamakan keselamatan saat melintasi perlintasan sebidang (PM 94 Tahun 2018), serta tidak menerobos palang pintu karena kereta membutuhkan jarak untuk berhenti.
Di akhir sesi, Fahroji berpesan kepada seluruh mahasiswa ITL Trisakti untuk terus mengasah soft skill, kemampuan memecahkan masalah, serta memegang teguh regulasi keselamatan untuk senantiasa menjaga nama baik almamater di dunia kerja.