Kerja di Marketplace Itu Seru? Simak Cerita Athalia, Mahasiswi ITL Trisakti yang Magang di Lazada! - ITL Trisakti

Halo, Sobat Translog!

Bekerja di perusahaan marketplace besar seperti Lazada, Shopee, atau Tokopedia mungkin menjadi impian banyak mahasiswa. Lingkungan kerja yang modern, fasilitas yang nyaman, serta budaya kerja yang terlihat dinamis sering kali membuat industri ini tampak sangat menarik. Namun, bagaimana sebenarnya kehidupan di balik layar perusahaan marketplace?

Athalia Elvaretta, mahasiswi ITL Trisakti yang saat ini menjalani program magang di Lazada Indonesia, membagikan pengalaman langsungnya tentang dunia kerja yang ternyata jauh lebih menantang daripada yang dibayangkan banyak orang.

Menurut Athalia, bekerja di industri marketplace berarti harus siap menghadapi ritme kerja yang sangat cepat. Perubahan dapat terjadi dalam waktu singkat, mulai dari target, strategi, hingga proyek yang sedang berjalan. Karena itu, setiap orang dituntut untuk mampu beradaptasi dengan cepat dan memiliki inisiatif yang tinggi.

Ia bahkan mengingat momen saat pertama kali bergabung di Lazada. Alih-alih mendapatkan waktu yang panjang untuk beradaptasi, Athalia justru langsung dihadapkan pada proyek besar yang harus segera diselesaikan. Dalam waktu yang terbatas, ia dituntut untuk memahami situasi, melakukan analisis, dan mencari solusi secara mandiri. Pengalaman tersebut membuatnya menyadari bahwa kemampuan belajar cepat menjadi salah satu kunci penting untuk bisa berkembang di industri digital.

Meski perusahaan menyediakan lingkungan kerja yang nyaman dan fleksibel, bukan berarti pekerjaan bisa dilakukan dengan santai. Justru sebaliknya, setiap individu harus memiliki tanggung jawab yang besar terhadap pekerjaannya. Tidak ada ruang untuk menunggu instruksi secara terus-menerus. Kemampuan untuk mencari tahu, belajar, dan mengambil keputusan menjadi nilai yang sangat dihargai.

Bagi Sobat Translog yang tertarik berkarier di perusahaan marketplace, Athalia juga membagikan beberapa hal yang perlu dipersiapkan sejak dini. Salah satunya adalah menjaga prestasi akademik. Dalam proses seleksi magang, IPK masih menjadi salah satu pertimbangan penting. Selain itu, kemampuan teknis seperti SQL dan analisis data juga menjadi nilai tambah karena banyak posisi di perusahaan digital yang membutuhkan kemampuan mengolah data untuk mendukung pengambilan keputusan bisnis.

Tidak hanya kemampuan akademik dan teknis, pengalaman organisasi juga memiliki peran yang besar. Menurut Athalia, keterlibatan dalam organisasi kampus, kepanitiaan, komunitas, maupun berbagai kegiatan lainnya dapat menjadi bukti bahwa seseorang mampu bekerja sama dalam tim, berkomunikasi dengan baik, dan menyelesaikan tanggung jawab yang diberikan. Pengalaman seperti inilah yang sering kali menjadi pembeda saat proses rekrutmen berlangsung.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah memiliki CV yang baik dan mudah dibaca oleh sistem rekrutmen digital. Banyak pelamar yang memiliki kemampuan bagus, tetapi gagal menunjukkan potensinya karena CV yang kurang terstruktur. Oleh karena itu, mahasiswa perlu mulai belajar menyusun CV yang profesional sejak masih berada di bangku kuliah.

Dalam kesempatan yang sama, Athalia juga mengingatkan mahasiswa dan calon lulusan agar tidak hanya fokus pada ekspektasi gaji setelah lulus. Menurutnya, memiliki target karier memang penting, tetapi harus diimbangi dengan kemampuan dan pengalaman yang relevan. Dunia kerja tidak hanya melihat nilai akademik, tetapi juga bagaimana seseorang membuktikan kemampuannya melalui pengalaman organisasi, proyek, sertifikasi, maupun aktivitas pengembangan diri lainnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa masa kuliah bukan hanya tentang mengejar nilai di kelas. Justru inilah waktu terbaik untuk mencoba berbagai pengalaman, memperluas relasi, dan mengembangkan keterampilan yang akan dibutuhkan ketika memasuki dunia kerja.

Kabar baiknya, mahasiswa ITL Trisakti memiliki peluang yang semakin besar untuk mengenal dunia industri secara langsung. Melalui kerja sama antara ITL Trisakti dan Lazada Indonesia, mahasiswa dapat mengikuti berbagai kegiatan edukatif serta program magang yang memberikan pengalaman nyata tentang bagaimana industri e-commerce dan marketplace beroperasi.

Bagi Sobat Translog yang masih duduk di bangku SMA maupun kuliah, cerita Athalia memberikan gambaran bahwa kesuksesan karier tidak datang secara instan. Dibutuhkan proses belajar, keberanian untuk mencoba hal baru, serta kemauan untuk terus berkembang. Dunia kerja akan selalu memberikan peluang bagi mereka yang mempersiapkan diri dengan baik.

Karena itu, jangan menunggu sampai lulus untuk mulai membangun pengalaman. Ikuti organisasi, tingkatkan kemampuan, cari kesempatan magang, dan manfaatkan setiap peluang yang ada. Seperti pesan yang disampaikan Athalia, manfaatkan masa muda sebaik mungkin, karena apa yang dipersiapkan hari ini bisa menjadi bekal berharga untuk meraih karier impian di masa depan.

Tertarik membangun karier di industri digital, logistik, transportasi, dan e-commerce seperti Athalia?

Mulailah langkahmu dari kampus yang memiliki koneksi kuat dengan dunia industri. Di ITL Trisakti, mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga mendapatkan kesempatan mengikuti berbagai program magang, seminar industri, kunjungan perusahaan, hingga kolaborasi dengan perusahaan-perusahaan terkemuka.

Dengan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan jaringan industri yang luas, ITL Trisakti siap membantu kamu mengembangkan kompetensi, pengalaman, dan relasi yang dibutuhkan untuk menghadapi dunia profesional.

Jangan hanya menjadi penonton perkembangan industri, jadilah bagian dari generasi yang siap berkontribusi dan memimpin perubahan.

📚 Pendaftaran mahasiswa baru ITL Trisakti telah dibuka!

Segera daftarkan dirimu dan wujudkan cita-cita kariermu bersama ITL Trisakti.

Informasi pendaftaran dapat diperoleh melalui website resmi ITL Trisakti atau media sosial resmi ITL Trisakti.

0