Menjadi seorang wirausahawan tangguh di industri transportasi dan logistik membutuhkan kombinasi antara teori akademik, jam terbang lapangan, dan jaringan yang solid. Sosok Hj. Ida Nursanti, S.E., M.Mtr., alumni S1 Transportasi Laut (angkatan 2001) dan S2 Manajemen Transportasi Institut Transportasi dan Logistik (ITL) Trisakti, membagikan rekam jejak serta strategi bisnisnya dalam program podcast PORTAL EPS.46 bersama pemandu acara Alya Syafira.
Menuntut Ilmu Demi Tata Kelola Bisnis yang Profesional
Langkah Ida menempuh pendidikan sarjana terbilang unik karena ia mendaftar kuliah saat sudah berstatus sebagai ibu dari tiga orang anak sekaligus pemilik usaha. Perusahaannya, Kumait Cargo, telah berdiri sejak tahun 1997 dan melayani pengurusan pengeluaran barang serta ekspor-impor di pelabuhan.
Kala itu, Ida mengamati bahwa sebagian besar pelaku operasional di pelabuhan belum mengenyam pendidikan hingga jenjang sarjana. Didorong tekad memperkuat profesionalitas dan sistem manajemen perusahaannya, ia memutuskan mengambil studi transportasi laut di ITL Trisakti. Menurutnya, teori di bangku kuliah memberikan landasan untuk merapikan pembagian kerja kantor, mengarahkan tim operasional lapangan, dan meningkatkan standar pelayanan pelanggan.
Titik Temu Bisnis Kargo dan Travel: Keamanan vs Kenyamanan
Selain memimpin Kumait Cargo, Ida melebarkan sayapnya ke sektor pariwisata dan ibadah melalui PT Nur Islami Travel (Nurmi Travel) yang berfokus pada layanan perjalanan haji dan umrah.
Meskipun sekilas kedua sektor ini tampak berbeda, Ida menjelaskan bahwa keduanya bertemu pada aspek manajemen operasional, orientasi pada kepuasan pelanggan, serta sinkronisasi kapasitas dan waktu. Perbedaan mendasarnya terletak pada objek yang dilayani:
- Layanan Kargo: Titik fokus utama berada pada keamanan barang yang dikirimkan.
- Layanan Travel: Titik fokus utama berada pada kenyamanan penumpang sepanjang perjalanan.
Ida menegaskan pentingnya transparansi total dari A sampai Z kepada konsumen di kedua lini usaha tersebut. Pelanggan berhak mengetahui rincian fasilitas dan mitigasi risiko, termasuk kewajiban mengikutsertakan proteksi asuransi agar konsumen tidak merasa seperti “membeli kucing dalam karung”.
Kunci Eksekusi Operasional dan Finansial
Dalam mengarungi dinamika industri logistik dan biro perjalanan, Ida menerapkan beberapa prinsip strategis:
- Sinkronisasi Rantai Multimoda
Integrasi multimoda (darat, laut, dan udara) bukan sekadar memindahkan fisik muatan, melainkan menyelaraskan seluruh rantai perpindahan agar kapasitas armada, estimasi waktu, dan efisiensi biaya tetap terpadu. - Penguatan Pemasaran dan Jaringan Relasi
Tantangan terbesar pengusaha pemula adalah ketiadaan pesanan (order). Kunci menghadapinya adalah memperkuat divisi pemasaran serta memperluas koneksi secara bertahap dan konsisten. - Pengelolaan Arus Kas Berdasarkan Musim
Untuk menjaga stabilitas keuangan dari fluktuasi musim sepi (low season), perusahaan membuat proyeksi arus kas berkala (mingguan dan bulanan), mengevaluasi biaya produksi dan vendor, serta memaksimalkan pendapatan pada periode puncak (high season), seperti musim haji dan umrah. - Pemanfaatan Digitalisasi dan Otomatisasi
Sistem penelusuran (tracking) daring dan pemesanan digital telah memangkas birokrasi lapangan yang rumit, seperti percepatan penerimaan Delivery Order (DO) dan kemudahan pelacakan pengiriman secara langsung. - Komunikasi Cepat saat Terjadi Kendala
Ketika terjadi situasi di luar kendali—misalnya penundaan penerbangan massal (delay) atau lonjakan tarif avtur—pihak manajemen harus segera berkoordinasi dengan maskapai, mengabarkan kondisi sebenarnya kepada konsumen, dan menawarkan solusi berkeadilan (win-win solution), seperti penyediaan konsumsi, hotel akomodasi, maupun penyesuaian paket perjalanan.
Kesiapan Terhadap Isu Green Logistics
Merespons tren green logistics (logistik ramah lingkungan), Ida menilai konsep tersebut sangat positif untuk menekan polusi, namun pelaku usaha logistik lokal dinilai belum sepenuhnya siap karena beban biaya investasi yang masih tinggi. Pengadaan armada listrik memerlukan kesiapan infrastruktur pengisian daya mandiri di garasi serta kalkulasi biaya operasional yang matang agar tidak membebani kesehatan finansial perusahaan.
Fondasi bagi Calon Pengusaha Muda
Bagi generasi mahasiswa yang berencana merintis usaha di bidang logistik atau transportasi, Ida berpesan agar tidak hanya terpaku pada materi perkuliahan di kelas. Mahasiswa dipersiapkan untuk menjadi pengatur dan pengambil keputusan, sehingga diperlukan keseimbangan antara pemahaman teori akademik, pengalaman praktik kerja lapangan secara nyata, kemampuan pemasaran, serta kekuatan jejaring pertemanan.
- Dapatkan kurikulum terpadu yang memadukan teori manajemen mutakhir dengan kebutuhan riil industri.
- Perluas jaringan alumni dan profesional yang tersebar luas di berbagai sektor logistik nasional maupun internasional.
- Asah kompetensi kepemimpinan dan manajerial langsung dari para pakar dan praktisi berpengalaman.