Dunia logistik ternyata jauh lebih luas dari sekadar pengiriman barang komersial. Bagi Winda Unitari Permata Putri, lulusan Manajemen Transportasi Logistik ITL Trisakti tahun 2014, logistik adalah kunci dalam menyelamatkan nyawa manusia melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Berkarir sejak tahun 2015, Winda kini menjabat sebagai Penelaah Teknis Kebijakan dan telah merasakan langsung dinamika bekerja di garda terdepan kemanusiaan.
Perjalanan yang “Tidak Terencana” namun Bermakna
Menariknya, karir Winda di dunia logistik bermula dari ketidaksengajaan. Awalnya, ia memiliki passion di bidang kesenian teater, namun atas saran ibunya, ia akhirnya mendaftar ke ITL Trisakti. Atas rekomendasi panitia PMB saat itu, ia memilih jurusan logistik karena fleksibilitasnya yang bisa masuk ke sektor darat, laut, maupun udara. Keputusan tersebut terbukti tepat. Berkat visi kampus yang mendorong kelulusan 3,5 tahun, Winda dapat mengikuti tes CPNS pada usia muda (23 tahun) dan berhasil diterima di BNPB. Peran alumni senior juga diakui sangat besar dalam membuka jalan bagi lulusan ITL Trisakti di instansi pemerintahan tersebut.
Realita Logistik Kemanusiaan di Lapangan
Bekerja di BNPB menuntut kesiapan 24/7. Winda menjelaskan bahwa logistik kemanusiaan (humanitarian logistics) memiliki karakteristik yang berbeda dengan logistik bisnis pada umumnya:
- Dominasi Anggaran: Penelitian menunjukkan bahwa sekitar 73% anggaran penanggulangan bencana terserap di sektor logistik dan peralatan.
- Efektif vs Efisien: Jika logistik komersial mengejar efisiensi biaya, logistik kemanusiaan lebih mengutamakan efektivitas waktu. Dalam kondisi darurat, biaya mungkin menjadi mahal karena akses yang sulit (seperti penggunaan pesawat perintis di Papua), namun bantuan harus tetap sampai sesegera mungkin.
- Adaptasi Kebijakan: Di lapangan, teori dari buku seringkali harus disesuaikan dengan realita yang dinamis. Misalnya, pemilihan lokasi gudang tidak bisa hanya berdasarkan kriteria ideal, melainkan harus memprioritaskan keamanan dari ancaman bencana susulan.
Visi Masa Depan: Tujuh Hub Logistik Regional
Untuk memperkuat sistem logistik nasional, BNPB memiliki visi besar membangun tujuh hub logistik regional. Tujuannya adalah untuk mempreposisi bantuan atau mendekatkan stok bantuan (buffer stock) ke daerah-daerah rawan bencana, sehingga rantai pasok menjadi lebih pendek dan respon bantuan menjadi lebih cepat saat bencana terjadi.
Motivasi: Hablum Minannas dan Hablum Minallah
Bagi Winda, bekerja di bidang kemanusiaan bukan sekadar profesi, melainkan ibadah. Ia menyebutnya sebagai keseimbangan antara Hablum Minannas (hubungan baik dengan manusia) dan Hablum Minallah (hubungan dengan Tuhan). Pengalamannya saat menangani gempa di Lombok memberikan pelajaran mendalam tentang empati dan kekuasaan Tuhan.
Pesan untuk Generasi Muda
Kepada para mahasiswa dan lulusan baru ITL Trisakti, Winda menekankan pentingnya tiga hal utama:
- Networking (Jaringan): Membangun koneksi dengan alumni dan profesional di luar kampus adalah kunci sukses di dunia kerja.
- Terus Belajar: Jangan pernah merasa puas dengan ilmu yang didapat di kelas karena tantangan di dunia nyata sangat luas.
- Integritas dan Disiplin: Menjalankan tanggung jawab sesuai porsi dan mematuhi aturan organisasi.
Winda juga membuka pintu bagi mahasiswa ITL Trisakti yang ingin belajar lebih dalam mengenai logistik peralatan di BNPB melalui program magang atau PKL.