Jakarta, 24 Juni 2026 – Institut Transportasi dan Logistik (ITL) Trisakti kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung transformasi sektor transportasi nasional melalui partisipasi aktif pada Panel Discussion: Future Urban Air Mobility & Integrated Transportation Ecosystem yang diselenggarakan oleh Whitesky Aviation pada Rabu, 24 Juni 2026 di Jakarta.
Forum strategis tersebut mempertemukan unsur pemerintah, akademisi, pelaku industri, serta operator transportasi guna membahas pengembanga Electric Vertical Take-Off and Landing (eVTOL) serta Passenger Drone sebagai salah satu alternatif moda transportasi publik masa depan yang ramah lingkungan, efisien, serta mampu mendukung penyelesaian berbagai tantangan mobilitas perkotaan, khususnya kemacetan di kawasan metropolitan.
ITL Trisakti diwakili oleh Dr. Elly Sinaga, MSc., DIC, selaku Dosen Dosen ITL Trisakti yang juga menjabat sebagai President of Indonesia Road Safety Partnership (IRSP). Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan pandangan akademis mengenai pentingnya kesiapan ekosistem transportasi nasional dalam mengantisipasi perkembangan teknologi Advanced Air Mobility (AAM).
Mendorong Integrasi Moda Transportasi Masa Depan
Panel diskusi menghadirkan berbagai pemangku kepentingan yang memiliki peran strategis dalam pembangunan sistem transportasi nasional, diantaranya:
- Amirulloh
Director of Intermodal Transport Integration Systems and Services, Direktorat Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda, Kementerian Perhubungan RI. - Denon Prawiraatmadja
CEO Whitesky Group & Chairman of INACA. - Dr. Elly Sinaga, MSc., DIC
President Indonesia Road Safety Partnership (IRSP) sekaligus Dosen ITL Trisakti. - Silvia Halim
Deputy VP Transport-Township Integration PT MRT Jakarta. - Teuku Rassya I. Pasya
Special Envoy for Innovation & Advanced Air Mobility, Whitesky Aviation.
Diskusi tersebut mengangkat berbagai isu strategis terkait transformasi sistem transportasi Indonesia menuju era Advanced Air Mobility (AAM) yang mengedepankan konektivitas antarmoda, digitalisasi layanan, keberlanjutan lingkungan, serta peningkatan kualitas pelayanan transportasi publik.
Dalam paparannya, Dr. Elly Sinaga menegaskan bahwa pengembangan kendaraan Electric Vertical Take-Off and Landing (eVTOL) dan drone penumpang tidak dimaksudkan untuk menggantikan moda transportasi yang telah ada,, melainkan sebagai moda pelengkap (complementary mode) dalam sistem transportasi multimoda yang terintegrasi.
Teknologi tersebut dinilai memiliki potensi dalam meningkatkan efisiensi perjalanan pada koridor dengan tingkat kepadatan lalu lintas yang tinggi, sekaligus mendukung pengurangan emisi karbon melalui pemanfaatan tenaga listrik serta memperkuat implementasi konsep Green Transportation.
Selain memberikan efisiensi perjalanan, teknologi tersebut juga dinilai mampu:
- mengurangi emisi karbon melalui penggunaan tenaga listrik (Electric Vehicle);
- mendukung implementasi Green Transportation;
- meningkatkan konektivitas first mile–last mile;
- mempercepat akses menuju pusat bisnis, kawasan industri, bandar udara, rumah sakit, maupun destinasi strategis lainnya;
- memperkuat sistem transportasi publik berbasis integrasi antarmoda.
Lebih lanjut disampaikan bahwa implementasi Urban Air Mobility di Indonesia memerlukan dukungan regulasi, infrastruktur, sistem keselamatan penerbangan, integrasi digital, serta sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai dengan perkembangan teknologi transportasi.
Salah satu fokus utama dalam panel diskusi adalah pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, operator transportasi, industri penerbangan, serta sektor swasta dalam membangun ekosistem Urban Air Mobility yang aman, berkelanjutan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Direktorat Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Kementerian Perhubungan menegaskan bahwa pengembangan moda transportasi masa depan harus tetap mengedepankan prinsip integrasi layanan lebih dari satu moda transportasi, sehingga masyarakat memperoleh perjalanan yang seamless, efisien, aman, dan berkelanjutan.
Konsep tersebut sejalan dengan kebijakan nasional dalam mendorong:
- Seamless Mobility;
- Integrated Public Transportation;
- Green Transportation;
- Smart Mobility;
- Sustainable Transportation;
- Net Zero Emission sektor transportasi.
Dalam konteks tersebut, eVTOL diproyeksikan menjadi salah satu moda baru yang nantinya dapat terhubung dengan MRT, LRT, Kereta Api, BRT, Transjakarta, angkutan umum, maupun moda transportasi lainnya melalui sistem transportasi multimoda yang terintegrasi.
Sebagai institusi pendidikan tinggi yang fokus pada bidang transportasi dan logistik, ITL Trisakti menilai bahwa transformasi menuju Urban Air Mobility tidak hanya memerlukan kesiapan teknologi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia.
Melalui berbagai program pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kerja sama dengan dunia industri, ITL Trisakti terus mendorong lahirnya tenaga profesional yang memiliki kompetensi pada bidang:
- Transportasi multimoda;
- Smart Mobility;
- Sustainable Transportation;
- Aviation Management;
- Air Mobility System;
- Logistik masa depan;
- Digital Transportation Ecosystem;
- Green Transportation.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri diyakini menjadi pondasi penting dalam mempercepat adopsi teknologi transportasi masa depan di Indonesia.
Sebagai tindak lanjut dari semangat kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri, rangkaian kegiatan ditutup dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Institut Transportasi dan Logistik (ITL) Trisakti dengan Whitesky Aviation.
Penandatanganan MoU tersebut disaksikan langsung oleh:
- Rektor ITL Trisakti
- Wakil Rektor IV ITL Trisakti
- Dekan Fakultas Manajemen dan Bisnis ITL Trisakti
- CEO Whitesky Group
Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah awal dalam pengembangan berbagai program kolaboratif, antara lain:
- pendidikan dan pelatihan;
- penelitian bersama;
- pengembangan inovasi Urban Air Mobility;
- peningkatan kompetensi sumber daya manusia;
- program magang industri;
- seminar dan forum ilmiah;
- pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan industri;
- kajian kebijakan transportasi masa depan.
Melalui kolaborasi tersebut, ITL Trisakti dan Whitesky Aviation berkomitmen untuk mendukung pengembangan ekosistem transportasi udara perkotaan yang inovatif, aman, berkelanjutan, dan mampu menjawab tantangan mobilitas Indonesia di masa depan.