Sidang Terbuka Promosi Doktor Manajemen Kekhasan Transportasi: Dr. Arizal Hendriawan, S.SiT., M.Sc. - ITL Trisakti

Jakarta, 10 Juni 2026 – Institut Transportasi dan Logistik (ITL) Trisakti menggelar Sidang Terbuka Promosi Doktor Manajemen dengan kekhasan Manajemen Transportasi di Kampus Direktorat Pascasarjana Lantai 3, Rawasari. Dalam acara tersebut, Dr. Arizal Hendriawan, S.SiT., M.Sc., dinyatakan lulus dengan nilai “A” dan predikat “Sangat Memuaskan” (IPK 3.89), sekaligus menjadi lulusan ke-39 dari program doktoral ITL Trisakti.

Disertasinya yang berjudul “Analisis Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Ketahanan Keamanan Siber Maritim di Atas Kapal dengan Intervening Kesadaran Keamanan Siber Maritim” menyoroti tingginya risiko serangan siber pada infrastruktur maritim nasional akibat digitalisasi masif (seperti AIS, GPS, dan ECDIS) di atas kapal yang mengancam keselamatan operasi laut Indonesia.

Sidang promosi doktor dipimpin oleh Prof. Ir. Edi Abdurachman, MS., M.Sc., Ph.D., selaku Pimpinan Sidang. Adapun Tim Promotor terdiri atas Prof. Idris Gautama So, S.E., S.Kom., M.M., Ph.D. (Promotor), Dr. Ir. L Denny Siahaan, MSTr., APU., dan Dr. Kurniawan, S.T., M.Si., M.M. (Ko-Promotor), serta dilengkapi oleh dewan penguji yang terdiri atas Prof. Dr. Ir. Prasadja Ricardianto, M.M., dan Dr. Ir. Endang Sugiharti, M.Si.

Penelitian ini memberikan novelty (kebaruan) melalui integrasi 7 variabel yang menggabungkan aspek kompetensi manusia, kontrol administratif, keandalan teknologi, hingga elemen psikologis (fear of cyber attack). Hasil pengujian menunjukkan performa model yang kuat dengan akurasi prediksi ketahanan siber. Temuan kunci membuktikan bahwa Literasi Digital, Ketersediaan Sistem IT, dan Ketakutan Serangan Siber berpengaruh positif signifikan terhadap kesadaran siber, di mana aspek psikologis (fear of cyber attack) terbukti menjadi stimulus efektif yang memicu kewaspadaan kru di atas kapal.

Sementara itu, Arizal menjelaskan kondisi riil di lapangan. “Khusus di Indonesia, regulasi baru direspons dalam bentuk Surat Edaran pada tahun 2025 sehingga implementasi Cyber Risk Management (CRM) masih sebatas formalitas administratif. Melalui hasil riset ini, kami merekomendasikan strategi pokok berupa transformasi pelatihan mandiri (stand-alone program) literasi digital siber yang diintegrasikan secara wajib sebagai syarat sertifikasi keahlian resmi pelaut pelaut profesional, serta kewajiban perusahaan melaksanakan simulasi gangguan siber (cyber drill) berkala,” jelasnya.

Agustinus Maun, S.T., M.T., Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak, Surabaya, turut memberikan sambutan dan apresiasi mendalam, “Saya mengenal Arizal sebagai pribadi yang profesional dan selalu berorientasi pada solusi saat berdinas di KSOP Utama Tanjung Perak. Peningkatan kesadaran siber pada kapal merupakan faktor kunci dalam mitigasi risiko insiden siber. Intervensi pelatihan yang dikontekstualisasikan langsung pada tugas operasional terbukti meningkatkan kesiapsiagaan terhadap ancaman siber,” ujarnya.

Dengan pencapaian ini,Dr. Arizal Hendriawan, S.SiT., M.Sc., menyampaikan harapan besarnya secara emosional, “Saya berharap disertasi ini dapat memberikan manfaat nyata, khususnya bagi sivitas akademika Program Doktor Manajemen Kekhasan Transportasi ITL Trisakti, serta menjadi referensi yang kuat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kebijakan maritim global di masa depan.” 

Writer: Zulfikar

0