Jakarta, 17 Juni 2026 – Institut Transportasi dan Logistik (ITL) Trisakti kembali menggelar Sidang Terbuka Promosi Doktor Manajemen dengan kekhasan Manajemen Transportasi di Kampus Direktorat Pascasarjana Lantai 3, Rawasari. Dalam sidang tersebut, Dr. Budi Nur Rochmadi, MBA, dinyatakan lulus sebagai doktor dengan predikat “Sangat Memuaskan” dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sebesar 3.86, menjadikannya lulusan ke-41 dari program doktoral ITL Trisakti.
Disertasinya yang berjudul “ANALISIS KOMPETITIF DAN STRATEGI BISNIS NVOCC DALAM INDUSTRI MARITIM DI INDONESIA” membedah analisis kompetitif dan mekanisme adaptasi strategi bisnis Non-Vessel Operating Common Carrier (NVOCC) netral sebagai intermediasi dan contractual carrier kritis dalam rantai pasok maritim nasional.
Sidang promosi doktor dipimpin oleh Prof. Dr. Juliater Simarmata, S.E., M.M., selaku Pimpinan Sidang. Adapun tim promotor terdiri atas Prof. Dr. Ir. Prasadja Ricardianto, M.M. (Promotor), Dr. Librita Arifiani SKOM., MMSI., dan Dr. Capt. Datep Purwa Saputra, S.Sos, M.M., M.H., M.B.A. (Ko-Promotor), serta Prof. Dr. Drs. Capt. HM Thamrin, M.M., dan Dr. Ir. Mafrisal, M.T., M.Mar.E. sebagai dewan penguji.
Riset ini membuktikan bahwa di tengah kepungan rivalitas yang ketat, dominasi pemain global, dan keterbatasan kesiapan digital, strategi tunggal murni Porter tidak lagi efektif, sehingga NVOCC lokal berhasil bertahan hidup melalui penerapan strategi hybrid adaptif yang melahirkan novelty berupa Intermediary Strategic Adaptation Model (ISAM). Topik ini menjadi sangat krusial di tengah ketergantungan logistik nasional di mana 90% aktivitas ekspor-impor menggunakan jalur laut, namun fase pengelolaan kargo LCL ekspor masih menghadapi tantangan berat berupa biaya tinggi, perang tarif agresif, serta regulasi yang belum tegas memisahkan legalitas NVOCC dengan Jasa Pengurusan Transportasi (JPT) umum.
Sementara itu, Dr. Budi Nur Rochmadi, MBA menyampaikan pandangannya “Proses ini terasa sangat berat, penuh revisi, dan menguras emosi, sebuah perjalanan yang sangat tangguh di mana saya harus mengubah pola pikir dari seorang praktisi yang pragmatis menjadi peneliti yang objektif. Namun, riset ini berhasil membuktikan bahwa kolaborasi ekosistem digital dan penguatan trust antarpemain logistik mutlak diperlukan untuk memfasilitasi aktivitas co-loading cargo. Ke depan, penerapan Ecosystem Based Adaptive Competitiveness Framework pada tingkat mikro, meso, dan makro yang diselaraskan dengan National Logistic Ecosystem (NLE) diharapkan menjadi solusi nyata untuk memangkas area-area gelap biaya siluman di pelabuhan dan mewujudkan target efisiensi biaya logistik nasional menuju Indonesia Emas 2045.”
Turut hadir juga untuk memberikan sambutan, Dr. Ahmad Sugiono, S.T., M.M., CPFF, CPFD, CPSCM, CAP, CAPL, CCP, FCILT, CDRP, CLL selaku Direktur Utama PT Intertrans Global Logistics dan Senior Consultant Supply Chain Indonesia (SCI), menyatakan rasa bangga yang luar biasa atas kelulusan ini. Beliau menekankan pentingnya riset ini untuk mengkritisi kesenjangan ‘data dan rasa’ biaya logistik di lapangan, sekaligus menyatakan kesiapan asosiasi melalui jaringan ALFI untuk berkolaborasi membenahi literasi digital serta mengkonsolidasikan pelaku usaha lokal agar memiliki bargaining power yang tinggi di hadapan global shipping line.
Harapannya dari sidang ini agar rekomendasi arah penelitian lanjutan berupa pengujian kuantitatif terhadap model ISAM dapat segera dilaksanakan, serta membawa manfaat ilmu pengetahuan dan kemajuan industri logistik nasional.
Writer: Zulfikar