Strategi Alumni ITL Trisakti Bangun Bisnis Kargo dan Travel: Kombinasi Ilmu Akademis, Pengalaman Lapangan, dan Kekuatan Jaringan - ITL Trisakti

JAKARTA – Di tengah pesatnya perkembangan industri transportasi dan rantai pasok, Institut Transportasi dan Logistik (ITL) Trisakti terus membuktikan perannya dalam melahirkan lulusan profesional sekaligus wirausahawan tangguh. Rekam jejak sukses alumni dalam mengelola bisnis kargo dan jasa perjalanan (travel) diulas secara mendalam pada program PORTAL (Podcast Anak Transportasi dan Logistik) Episode 46 di kanal YouTube Translog Trisakti.

Podcast yang dipandu oleh Alya Syafira (mahasiswa Prodi Manajemen Logistik dan Material) ini menghadirkan alumni sukses ITL Trisakti, Hajda Nursanti, S.E., M.M.Tr. (dikenal sebagai Ibu Inda). Beliau merupakan alumni S1 Manajemen Transportasi Laut angkatan 2001 sekaligus lulusan S2 Manajemen Transportasi ITL Trisakti, yang kini mengelola dua perusahaan, yaitu Kumait Cargo (pendiri sejak 1997 yang bergerak di bidang kargo pelabuhan, logistik, serta ekspor-impor) dan PT Nur Islami Travel (Nurmi Travel) yang berfokus pada layanan perjalanan haji dan umrah.

Berikut adalah poin-poin utama strategi wirausaha dan wawasan bisnis yang disoroti dalam siaran pers ini:

  • Sinergi Pendidikan dan Profesionalisme Bisnis: Keputusan untuk menempuh pendidikan S1 dan S2 di ITL Trisakti diambil guna menunjang perusahaan kargo yang telah dirintis agar dapat dikelola secara lebih profesional, rapi, serta terstruktur sesuai teori manajemen transportasi laut dan logistik modern.
  • Filosofi Kargo dan Travel: Meskipun memiliki karakteristik operasional yang berbeda, bisnis kargo dan travel memiliki titik temu pada pengelolaan operasional dan kepuasan pelanggan. Kunci utama bisnis kargo berfokus pada keamanan barang, sedangkan bisnis travel mengutamakan kenyamanan penumpang.
  • Tiga Pilar Pengusaha Muda Tangguh: Bagi mahasiswa maupun alumni yang ingin membangun usaha start-up di bidang logistik atau travel, terdapat tiga elemen wajib yang harus dipadukan, yaitu ilmu teori akademis, pengalaman praktik lapangan (PKL), serta kekuatan jaringan (networking) dan pemasaran (marketing).
  • Efisiensi Melalui Digitalisasi dan Otomatisasi: Penerapan sistem pemesanan dan pemantauan barang secara daring (online tracking & booking) terbukti efektif memotong birokrasi di lapangan, mempercepat proses administrasi, serta meningkatkan efisiensi operasional.
  • Manajemen Arus Kas (Cash Flow) dan Resiko: Dalam menghadapi tantangan musim sepi (low season) pada bisnis travel, pengusaha dituntut disiplin menyusun proyeksi arus kas dan mengoptimalkan potensi pendapatan pada puncak musim (high season haji dan umrah).
  • Pandangan Terhadap Green Logistics: Konsep logistik ramah lingkungan (green logistics) dinilai sebagai langkah masa depan yang sangat positif, namun penerapannya di industri lokal masih membutuhkan kesiapan infrastruktur pendukung serta kalkulasi biaya investasi yang matang.

Melalui kisah sukses ini, Hajda Nursanti berharap ITL Trisakti dapat terus berkembang maju, mengadaptasi kurikulum sesuai kemajuan teknologi sistem informasi, serta memperkuat jaringan alumni untuk mencetak lebih banyak generasi pengusaha tangguh di bidang transportasi dan logistik.

0