JAKARTA – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Paduan Suara Gema Paramita Senada (GPS) Institut Transportasi dan Logistik (ITL) Trisakti berhasil mengukir prestasi gemilang di tingkat nasional dengan memboyong Gold Medal (Medali Emas) pada ajang National Folklore Festival (NFF) yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI). Pencapaian ini menjadi kebanggaan besar bagi sivitas akademika ITL Trisakti setelah pada keikutsertaan tahun sebelumnya meraih Silver Medal.
Berikut adalah poin-poin utama mengenai perjalanan kompetisi, proses latihan, dan strategi capaian tim GPS ITL Trisakti:
- Bawakan Dua Lagu Daerah Berkesan (“Ati-Raja” & “Paris Barantai”): Dalam kompetisi bernuansa kebudayaan daerah tersebut, tim GPS ITL Trisakti membawakan dua buah lagu, yaitu lagu wajib “Ati-Raja” dari Sulawesi Selatan serta lagu pilihan “Paris Barantai” dari Kalimantan Selatan. Lagu pilihan “Paris Barantai” yang diarahkan oleh pelatih Bang Manda memiliki aransemen tricky dan tingkat kesulitan tinggi, namun berhasil dibawakan secara harmonis oleh tim.
- Persiapan Intensif Selama 3 Bulan: Proses latihan intensif berlangsung selama kurang lebih 3 bulan sejak akhir Desember hingga menjelang hari kompetisi. Tim melakukan seleksi awal serta uji jangkauan vokal (vocal range test) untuk membagi 35 anggota tim ke dalam kelompok vokal sopran, mezzo-sopran, tenor, dan bass.
- Sinergi Lintas Angkatan & Manajemen SDM: Tim paduan suara ini terdiri dari kombinasi mahasiswa lintas angkatan, mulai dari angkatan 2022, 2023, 2024, hingga mahasiswa baru angkatan 2025. Tantangan terbesar selama proses persiapan terletak pada manajemen SDM untuk menyatukan 35 karakter anggota serta kedisiplinan mengimbangi jadwal akademik, latihan intensif, dan kondisi fisik.
- Target Menuju Kancah Internasional: Setelah sukses meraih Medali Emas di tingkat nasional, UKM GPS ITL Trisakti membidik target yang lebih tinggi, yakni mempersiapkan program latihan rutin jangka panjang untuk berkompetisi di ajang paduan suara internasional di luar negeri, seperti Singapura.
Kemenangan ini dibahas secara mendalam dalam tayangan podcast PORTAL (Podcast Anak Transportasi dan Logistik) Episode 48 di kanal YouTube Translog Trisakti, dipandu oleh host Alya Syafira (mahasiswa Manajemen Logistik Material angkatan 2024). Dalam diskusi tersebut, perwakilan UKM GPS, Josely Sharon Felicia (mahasiswa Manajemen Logistik angkatan 2023), mengungkapkan bahwa keaktifan di organisasi seni menjadi wadah positif bagi mahasiswa untuk mengasah soft skill dan menjaga keseimbangan mental di tengah padatnya perkuliahan.
“Meskipun kita fokus pada studi transportasi dan logistik, menyalurkan minat di bidang seni seperti nyanyi dan paduan suara sangat membantu menjaga keseimbangan mental dan kreativitas. Dengan komitmen, tanggung jawab, dan manajemen waktu yang baik antara akademik serta latihan, kita bisa membuktikan bahwa mahasiswa ITL Trisakti mampu berprestasi hingga meraih Gold Medal,” ujar Josely Sharon Felicia.
Keberhasilan UKM GPS ITL Trisakti ini diharapkan dapat memberikan dorongan semangat bagi seluruh mahasiswa ITL Trisakti untuk terus mengeksplorasi potensi, hobi, dan bakat melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di lingkungan kampus